Jan Koum – Kisah Sukses Tukang Sapu Penemu WhatsApp

In Kisah Penemu
Pendiri dan Penemu Whatsapp

Penemu WhatsApp – Anda pasti tahu apa itu WhatsApp, sebuah layanan instan messaging atau aplikasi mobile yang begitu populer di dunia. Kepopuleran WhatsApp melebihi Line, We Chat, Kakao Talk bahkan Blackberry Messenger.

Begitu populernya WhatsApp sehingga membuat Facebook tertarik untuk mencaploknya dengan nilai akuisisi yang sangat fantastis, WhatsApp dibeli Facebook seharga 19 Milyar Dolar Amerika.

Siapa sangka jika dibalik bisnis Milyaran Dolar dari WhatsApp, ada kisah inspiratif dari pendiri dan penemu WhatsApp yang dapat memberi inspirasi dan motivasi bagi pembaca sekalian.

Siapa tokoh Pendiri dan Penemu WhatsApp tersebut ? Azkanesia akan mengulasnya untuk Anda.

Kisah Hidup Pendiri dan Penemu WhatsApp

Pendiri dan Penemu WhatsApp
Jan Koum – Penemu WhatsApp [Foto : businessinsider.co.id]

Jan Koum adalah seorang keturunan Yahudi dari Ukraina, ia dilahirkan di Fastiv, Kiev, Ukraina pada 24 Februari 1976. Koum lahir dari keluarga sangat sederhana, ayahnya cuma seorang manajer kontruksi dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga biasa.

Di Ukraina, mereka tinggal di desa yang kecil. Sekolahnya pun memiliki fasilitas seadanya, untuk buang air kecil saja mereka harus berlari ke seberang lapangan di saat suhu udara minus. Dirumah mereka pun tidak memiliki fasilitas listrik.

Gejolak politik di Ukraina membuat segalanya menjadi buruk, latar belakang keluarga mereka keturunan Yahudi makin memperburuk suasana. Suasana di Ukraina yang tidak kondusif membuat segalanya tidak baik bagi keluarga Jan Koum, akhirnya ia bersama ibu dan neneknya memutuskan “hijrah” untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Mereka memilih Amerika Serikat sebagai tanah impian mereka dan berlabuh pada tahun 1992. Ketika itu Jan Koum berusia 16 tahun dan mereka tinggal di Mountain View, California. Ayahnya masih tinggal di Ukraina, mereka jarang berkomunikasi ketika itu karena biaya telpon antar negara yang masih mahal. Sayangnya, ayahnya meninggal dunia di Ukraina pada tahun 1997.

Masa sulit masih dialami keluarga Koum di Amerika, hidup mereka tergantung dengan jaminan sosial yang diberikan pemerintah, harus rela mengantri kupon untuk mendapat jatah makan dan juga tinggal di tempat yang tidak nyaman.

Menjadi Tukang Sapu

Kesulitan hidup membuat Jan Koum dan ibu harus bekerja keras untuk bertahan hidup. Ia harus bekerja menjadi tukang sapu di sebuah supermarket untuk mencari nafkah, sedangkan ibunya bekerja sebagai pengasuh anak. Kesulitan tidak berhenti sampai disitu, ditengah himpitan ekonomi, ibunya di vonis menderita kanker. Ibunya meninggal pada tahun 2000

Ia menempuh pendidikan SMA Mission Viejo, California. Penguasaan bahasa Inggris yang seadanya membuatnya  beberapa kali terlibat masalah. namun, berbekal pengalaman hidupnya yang keras di Ukraina membuatnya dapat mengatasi hal tersebut.

Tidak mau menyerah dengan keadaan, Jan Koum akhirnya mengikuti perkuliahan di San Jose University sambil bekerja untuk menghidupi keluarga. Ia belajar programing di universitas tersebut. Walau mengaku baru punya komputer pada usia 19 tahun, Koum sangat suka dengan pemograman komputer. Kuliahnya terhenti karena ia merasa bosan, namun ia tetap belajar pemograman komputer secara otodidak.

Karir

Pada waktu masih berkuliah, ia bekerja di Ernst & Young. Kemudian pada tahun 1997, ia bertugas sebagai teknisi insfrastruktur di Google. 

Statusnya sebagai mahasiswa drop out tidak membuatnya berkecil hati. Berbekal kenekatan dan ilmu pemograman komputer yang dipelajarinya, ia mencoba peruntungan dengan melamar kerja di Yahoo. Yahoo menerimanya sebagai karyawan, ia bertugas sebagai engineer.

Baca Juga : Biografi Pendiri Yahoo

Koum bertemu dengan Brian Acton yang bekerja di Yahoo. Koum banyak mendapat bantuan dari Acton ketika ia telah hidup sebatang kara.

Penemu WhatsApp ini sembilan tahun berkarir di Yahoo dan akhirnya memutuskan hengkang. Ia merasa bosan dan kurang nyaman mengurus iklan di Yahoo.  Hal yang sama ternyata juga di rasakan oleh Brian Acton, akhirnya mereka sepakat untuk keluar dari Yahoo secara serentak pada tanggal 31 Oktober 2007. Pada saat itu usianya menginjak 31 tahun.

Walau masih sering berkomunikasi dan berdiskusi tentang rencana bisnis mereka, namun mereka jalan sendiri-sendiri. Sempat menyodorkan lamaran kerja ke Facebook, namun mereka di tolak.

Membuat Aplikasi WhatsApp

Bermula dari dari sebuah iPhone yang dibelinya pada tahun 2009, ia melihat peluang bahwa App Store milik Apple yang baru tujuh bulan di luncurkan dapat menjadi lahan potensial bagi pengembang aplikasi. Timbul lah idenya untuk menciptakan sebuah aplikasi yang memungkinkan pengunanya untuk update statusnya via gadget mereka.

biografi penemu whatsappIa akhirnya mewujudkan mimpinya itu bersama dengan Alex Fishman, temannya dari komunitas Rusia di San Jose. Ia mendirikan perusahaan WhatsApp, Inc di Calofornia pada tanggal 29 Februari 2009. Nama WhatsApp dipilih karena mirip dengan kata “What’s Up” yang berarti “apa kabar”.

Pada awalnya, WhatsApp memang digunakan oleh komunitas dari Rusia untuk mengupdate status dari gadgetnya. Namun, lama kelamaan berubah menjadi instan messaging. Koum baru sadar bahwa ia telah menciptakan sebuah aplikasi pesan instan yang dapat berkirim kabar lintas negara dengan hanya nomor kontak ponsel.

Akhirnya, WhatsApp versi 2.0 dirilis dengan benar-benar ditambah fitur pesan instan, Ia merangkul Brian Acton yang masih belum mendapat job. Brian Acton kemudian melakukan pendekatan ke beberapa temannya ketika di Yahoo untuk mencari modal.

Walau mengalami masalah keuangan, WhatsApp terus tumbuh dan berkembang hingga sekarang dan menjadi aplikasi instan messaging yang terbesar dengan pengguna sekitar 500 juta orang diseluruh dunia.

Keunikan yang dimiliki WhatsApp antara lain pengguna menggunakankan nomor ponselnya sebagai identitas akun, lintas platform seperti Android, iOS dan juga Windows Phone  serta tidak menampikan iklan. Ini mungkin yang mungkin membuat WhatsApp begitu populer.

Kesuksesan WhatsApp membuat Facebook berminat mengakuisisinya, dan ini terwujud ketika Facebook merogoh kocek sebesar 19 Milyar Dolar (223 Triliun Rupiah) untuk membeli WhatsApp.  Menariknya, ia menandatangi penjualan WhatsApp depan bekas Kantor depan bekas kantor Dinas Sosial tempat ia mengantri mengambil kupon makanan ketika baru datang dari Ukraina.

Baca Juga  : Biografi Penemu Facebook

Imbas dari penjualan WhatsApp, kantong Jan Koum semakin tebal tentunya. Kekayaannya diperkirakan mencapai hampir 7 Milyar Dolar.

Begitulah kisah hidup pendiri dan penemu WhatsApp, dari seorang imigran yang miskin, pernah menjadi tukang sapu, namun tidak pernah menyerah kepada nasib. Akhirnya, menjadi milyarder dengan kekayaan melimpah.

Semoga kisah diatas menjadi inspirasi bagi pembaca semua.

Salam Sukses [ ]

You may also read!

aplikasi wallpaper terbaik di android

Ini dia Aplikasi Wallpaper terbaik di Android Mu

Aplikasi Wallpaper terbaik di Android – Wallpaper bisa digunakan untuk mempercantik tampilan gadget kita. Dengan aplikasi ini kita tidak

Read More...
manfaat buah naga

Ini Dia Manfaat Buah Naga Untuk Kesehatan Tubuh Manusia

Buah naga terkenal dengan ciri khas bentuknya yang menyerupai seekor naga dengan kulit yang membentuk duri – duri. Selain

Read More...
Penemu Benua Amerika

Terungkap Ini Dia Sosok Penemu Benua Amerika Yang Sebenarnya

Ketika satu pertanyaan “ Siapakah penemu benua Amerika?” banyak diantara kalian yang menjawab Christoper Colombus. Tak sedikit masyarakat yang

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu

Pin It on Pinterest

X